Cara Menetapkan Target KPI dari Data Anda Sendiri (Tanpa Menebak-nebak)

Target KPI yang kuat dan dapat dipertahankan memiliki tiga bagian. Pertama adalah baseline yang diambil dari riwayat Anda sendiri. Kedua adalah mekanisme yang jelas tentang bagaimana angka tersebut dapat meningkat. Ketiga adalah rentang nilai, bukan angka tunggal. Sebagian besar tim melewatkan ketiganya dan hanya menambahkan dua puluh persen dari tahun lalu.
Jalan pintas tersebut bukan karena malas, melainkan karena tidak memiliki dasar yang kuat. Hal ini menghasilkan angka yang tidak dapat dipertahankan oleh siapa pun dalam evaluasi dan tidak dapat dijadikan acuan perencanaan oleh siapa pun, karena tidak ada argumen yang mendasarinya.
Panduan ini membahas apa saja yang perlu dikumpulkan terlebih dahulu, cara menyusun target secara manual, dan kapan metode manual ini mulai tidak lagi sepadan dengan waktu yang Anda luangkan.
Apa yang Anda butuhkan sebelum memulai
Anda memerlukan riwayat data yang cukup untuk melihat variasi normal. Delapan hingga dua belas periode penuh adalah batas minimum praktis, dan kurang dari enam periode hanya akan membuat proses ini menjadi tebak-tebakan dengan langkah ekstra.
Anda juga harus memastikan definisi metrik sudah final dan tidak berubah. Jika definisi pengguna aktif berubah pada bulan Maret, maka rangkaian data sebelum dan sesudah Maret adalah dua metrik berbeda yang menggunakan satu nama yang sama.
Ada tiga hal yang perlu diselesaikan sebelum melakukan perhitungan apa pun.
Periode. Target mingguan dan target kuartalan memiliki karakteristik yang berbeda. Angka mingguan cenderung lebih fluktuatif, sehingga target mingguan membutuhkan rentang batas yang lebih lebar.
Faktor pendorong (driver). Target yang tidak dapat Anda pengaruhi hanyalah sebuah perkiraan (forecast). Tuliskan apa yang sebenarnya akan dilakukan tim untuk mengubah angka tersebut, karena tindakan itulah yang menjadi inti dari target.
Batas atas (ceiling). Beberapa metrik memiliki batas mutlak. Tingkat konversi tidak dapat melebihi 100 persen, dan tim dukungan tidak dapat menyelesaikan tiket lebih banyak daripada jumlah tiket yang masuk.
Satu hal lagi yang perlu dicatat sebelum melakukan perhitungan: untuk siapa target KPI tersebut dibuat. Target yang digunakan untuk alokasi anggaran membutuhkan tingkat keyakinan yang berbeda dengan target yang digunakan untuk memotivasi tim. Target anggaran harus bersifat konservatif, sedangkan target motivasi dapat menyertakan angka target pencapaian maksimal (stretch target).
Cara melakukannya secara manual
Opsi 1: Tentukan baseline dan rentang normalnya
Ambil data dari delapan hingga dua belas periode terakhir dan catat nilai mediannya, bukan rata-rata (mean). Nilai median tidak akan terpengaruh oleh satu minggu yang anomali; sedangkan rata-rata akan terpengaruh.
Kemudian catat nilai tertinggi dan terendah dalam rentang waktu tersebut. Selisih tersebut adalah rentang normal Anda, dan ini adalah angka paling berguna dalam proses ini. Target yang berada di dalam rentang normal bukanlah target yang menantang, dan target yang besarnya tiga kali lipat dari rentang tersebut hanyalah sebuah angan-angan.
Jika rangkaian data memiliki pola musiman, bandingkan periode yang setara. Bandingkan bulan Desember tahun ini dengan bulan Desember tahun-tahun sebelumnya, bukan dengan bulan November.
Opsi 2: Pilih mekanismenya terlebih dahulu, baru tentukan angkanya
Pilih salah satu dari tiga mekanisme berikut dan sebutkan mana yang Anda gunakan.
Kelanjutan tren (trend continuation). Sesuaikan dengan kemiringan tren saat ini dan proyeksikan ke depan. Cara ini berhasil jika faktor pendorongnya stabil dan tidak ada perubahan struktural.
Kapasitas (capacity). Mulailah dari apa yang secara fisik dapat dilakukan oleh tim. Jumlah staf dikalikan dengan kapasitas kerja (throughput) akan menentukan batas atas yang tidak bisa dilampaui oleh ambisi belaka.
Penutupan celah (gap closing). Ambil periode terbaik yang pernah Anda capai dan targetkan untuk mencapainya secara lebih konsisten. Ini adalah mekanisme yang paling kuat dan dapat dipertahankan, karena Anda memiliki bukti bahwa angka tersebut memang dapat dicapai.
Hanya setelah memilih mekanismenya, Anda boleh menuliskan angkanya. Angka tanpa mekanisme hanyalah sebuah preferensi pribadi.
Opsi 3: Lakukan uji stres (stress-test) sebelum Anda berkomitmen
Tanyakan apa saja kondisi yang harus terpenuhi agar target tersebut dapat tercapai. Jika jawaban jujurnya melibatkan saluran pemasaran yang stagnan selama setahun terakhir, maka target tersebut sebenarnya sudah gagal sejak awal.
Kemudian lakukan pemeriksaan sebaliknya. Lihat setiap periode historis yang berhasil melampaui target tersebut dan hitung jumlahnya. Jika tidak ada satu pun, berarti Anda mengharapkan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan rencana Anda harus menyatakannya secara terbuka.
Akhiri dengan menetapkan rentang batas, bukan satu angka pasti. Angka komitmen (commit) dan angka target pencapaian maksimal (stretch) memberikan informasi yang jauh lebih banyak kepada pembaca daripada satu angka saja, dan target ini akan tetap relevan meskipun Anda menghadapi bulan yang buruk.
Di mana metode manual mulai terasa lambat
Menentukan target pertama mungkin hanya membutuhkan waktu satu sore. Masalahnya adalah target tidak pernah ditetapkan hanya sekali.
Setiap segmen akan melipatgandakan pekerjaan Anda. Target untuk empat wilayah dan tiga lini produk berarti ada dua belas baseline, dua belas rentang, dan dua belas pemeriksaan musiman. Tidak ada orang yang mau mengulang proses itu setiap kuartal, sehingga target segmen akhirnya ditetapkan hanya dengan membagi total keseluruhan. Itulah mengapa sebuah wilayah bisa berakhir dengan target angka yang bahkan belum pernah mereka dekati sebelumnya.
Revisi membuatnya semakin rumit. Ketika rencana berubah di bulan kedua, setiap baseline harus dihitung ulang berdasarkan definisi baru. Pekerjaan ini bersifat mekanis dan justru merupakan jenis pekerjaan yang paling sering dilewatkan.
Ada juga dampak kerugian lain yang tidak disadari. Karena menyusun ulang target membutuhkan biaya dan waktu yang besar, target KPI kuartal lalu sering kali langsung dipakai kembali tanpa perubahan. Angka tersebut kemudian menggambarkan kondisi bisnis yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi, dan sesi evaluasi pun berubah menjadi perdebatan tentang target, bukan tentang hasil kerja.
Hasilnya sudah bisa ditebak. Target menjadi melenceng jauh dari data yang mendasarinya, dan evaluasi pun berubah menjadi perdebatan tentang apakah angka tersebut memang realistis sejak awal.
Cara menetapkan target KPI dengan Powerdrill Bloom
Langkah 1: Unggah data historis Anda
Unggah file yang berisi riwayat data periode demi periode Anda. Powerdrill Bloom akan langsung menganalisis kolom-kolom data saat diunggah, sehingga kekosongan data dalam rangkaian dan label periode yang tidak konsisten dapat terdeteksi sebelum mengacaukan baseline.
Langkah 2: Deskripsikan logika target dalam bahasa sehari-hari
Mintalah komponen-komponennya alih-alih langsung meminta jawaban akhir. Mintalah nilai median dan rentang untuk dua belas periode terakhir, yang dirinci berdasarkan segmen, lengkap dengan penanda pola musiman jika ada.
Kemudian tanyakan pertanyaan tentang mekanismenya secara langsung. Tanyakan segmen mana saja yang sudah pernah melampaui angka yang diusulkan, dan seberapa sering, sehingga target penutupan celah (gap-closing) memiliki bukti pendukung yang kuat.
Langkah 3: Ekspor grafik, laporan, atau slide presentasi
Ekspor tabel baseline, grafik tren yang menunjukkan rentang batas, atau penjelasan tertulis singkat yang dapat Anda lampirkan pada rencana kerja.
Mengapa cara ini jauh lebih baik daripada menyusun ulang baseline setiap kuartal
| Metode manual | Powerdrill Bloom | |
|---|---|---|
| Baseline per segmen | Satu per satu, secara manual | Minta untuk semua segmen sekaligus |
| Perbandingan musiman | Menyusun ulang rentang waktu yang setara | Minta perbandingan untuk periode yang sama |
| Memeriksa apakah target dapat dicapai | Memeriksa riwayat secara manual | Tanyakan seberapa sering target tersebut sudah pernah dilampaui |
| Kuartal berikutnya | Ulangi seluruh proses dari awal | Cukup unggah periode baru |
Baris yang benar-benar mengubah kebiasaan kerja adalah baris ketiga. Ketika memeriksa ketercapaian target hanya membutuhkan satu pertanyaan, Anda akan memeriksa setiap segmen. Namun ketika proses itu memakan waktu satu jam, Anda hanya akan memeriksa segmen yang paling Anda ragukan, sementara segmen lainnya dibiarkan tanpa diperiksa.
Kesalahan umum yang sering terjadi
Menambahkan persentase bulat dari tahun lalu. Cara ini tidak memiliki mekanisme yang jelas, sehingga tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana target tersebut bisa tercapai. Cara ini juga membawa serta anomali apa pun yang terjadi pada tahun lalu.
Mempublikasikan satu angka tunggal. Target satu angka menyembunyikan ketidakpastian yang sebenarnya Anda hadapi. Angka komitmen (commit) dan angka target pencapaian maksimal (stretch) mengomunikasikan ambisi yang sama namun tetap realistis saat menghadapi bulan yang buruk.
Mengabaikan rentang normal. Target yang berada di dalam variasi historis akan tercapai dengan sendirinya tanpa usaha ekstra, yang akhirnya membuat tim menganggap target hanyalah sekadar hiasan.
Hanya menetapkan target pada metrik lagging (metrik akibat). Target pendapatan memang tidak bisa dibantah, tetapi tidak dapat ditindaklanjuti secara langsung (unactionable). Pasangkan setiap metrik tersebut dengan sesuatu yang dapat diubah oleh tim minggu ini. Catatan kami tentang apa itu signifikansi statistik membahas tentang jebakan terlalu berlebihan dalam menafsirkan pergerakan kecil.
Mengubah definisi metrik di tengah periode. Perbandingan data akan rusak tanpa disadari, dan target tersebut perlahan-lahan menjadi tidak berarti. Kunci definisi metrik tersebut atau sesuaikan kembali seluruh data riwayat Anda.
Menetapkan target KPI yang tidak dapat diukur setiap minggu. Jika angka tersebut baru keluar di akhir kuartal, tidak ada yang bisa melakukan koreksi arah tindakan. Pilih sesuatu yang dapat dipantau selama periode berjalan, meskipun itu hanya metrik perantara (proxy).
Membagi target perusahaan berdasarkan jumlah staf (headcount). Cara ini terkesan adil namun mengabaikan fakta bahwa setiap segmen memiliki baseline yang berbeda. Wilayah dengan tingkat konversi setengah dari wilayah lain membutuhkan target angka yang berbeda, bukan angka yang sama.
Kesimpulan
Target adalah sebuah argumen, bukan sekadar angka. Ambil nilai median dan rentang dari riwayat data Anda sendiri. Tentukan mekanisme yang dapat meningkatkannya. Periksa seberapa sering angka tersebut sudah pernah dilampaui, lalu publikasikan dalam bentuk rentang batas, bukan satu angka pasti.
Hal yang sering merusak praktik ini adalah keharusan untuk menyusun ulang target setiap kuartal, terutama ketika jumlah segmen terus bertambah. Jika waktu perencanaan Anda habis untuk hal tersebut, cobalah Powerdrill Bloom pada file riwayat data Anda. Lihat juga panduan kami tentang membangun dasbor KPI dari spreadsheet, apa itu dasbor data, menjalankan statistik deskriptif, dan halaman auto insights.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menetapkan target KPI tanpa data historis?
Gunakan mekanisme kapasitas (capacity) alih-alih tren. Hitung apa yang secara fisik dapat dihasilkan oleh tim, tetapkan rentang batas yang sengaja dibuat lebar, dan anggap dua periode pertama sebagai tahap pengukuran, bukan penilaian kinerja.
Berapa banyak data riwayat yang saya butuhkan untuk menetapkan baseline?
Delapan hingga dua belas periode penuh adalah batas minimum praktis. Kurang dari enam periode membuat variasi normal tidak mungkin diperkirakan, yang berarti target apa pun yang Anda tetapkan tidak ada bedanya dengan tebakan belaka.
Apakah target KPI sebaiknya berupa satu angka tunggal atau rentang nilai?
Sebaiknya berupa rentang nilai. Angka komitmen (commit) dan angka target pencapaian maksimal (stretch) mengekspresikan ambisi yang sama sekaligus menunjukkan adanya ketidakpastian. Target ini juga lebih tahan uji ketika hasil di satu periode ternyata rendah.
Mengapa target "tahun lalu ditambah 20%" adalah target yang buruk?
Target tersebut tidak memiliki mekanisme pendukung di belakangnya, sehingga tidak ada yang bisa menjelaskan tindakan apa yang dapat mencapainya. Target ini juga membawa serta anomali apa pun yang terjadi pada tahun lalu, termasuk lonjakan yang hanya terjadi sekali.
Seberapa sering target harus ditinjau kembali?
Tinjau kembali baseline setiap kuartal dan target itu sendiri setiap kali ada perubahan definisi metrik atau rencana kerja. Meninjau target terlalu sering akan mengubah target menjadi sekadar perkiraan (forecast) dan menghilangkan nilai perencanaannya.